Pages

Sunday, May 19, 2013

Menjajal usaha es krim goreng

JAKARTA. Meski sudah booming sejak beberapa tahun lalu, es krim goreng masih punya banyak penggemar. Lantaran pelanggan masih berdatangan, pemain di bisnis ini juga gencar melakukan inovasi produk.

Seperti dilakukan Esty Surwanty, pemilik Es Krim Goreng KeZam di Bekasi, Jawa Barat. Supaya produknya semakin diterima pasar, ia rajin mencoba berbagai bentuk es krim dan menambah aneka topping.

Menurutnya, kebanyakan pemain es krim goreng hanya menyajikan es krim goreng berbentuk kotak. "Sedangkan di tempat saya ada yang bulat dan segitiga," ujar Esty yang mendirikan usaha tahun 2011.

Pilihannya toppingnya juga bervariasi, seperti keju, madu, dan saus pedas. Esty mengaku, inovasi produknya mendapat respon positif dari pasar. Makanya, sejak 2012 ia resmi menawarkan kemitraan.
Saat ini, Es Krim Goreng Kezam sudah memiliki 14 outlet yang tersebar di Tangerang, Bekasi, Cikampek dan Indramayu. "Sekarang saya fokus produksinya saja, yang berjualan mitra usaha," ujarnya.
Untuk menjadi mitra Es Krim Goreng Kezam, Anda cukup merogoh kocek Rp 7,5 juta. Mitra akan mendapatkan booth, perlengkapan jualan, pelatihan, dan bahan baku awal sebanyak 100 porsi es krim goreng.

Ia menjanjikan, omzet mitra usaha mencapai Rp 9 juta per bulan. "Rata-rata mitra dalam satu hari bisa mendapat Rp 300.000 - Rp 400.000 atau lebih," kalim Esty. Adapun harga jual es krim dibanderol mulai Rp 3.000 hingga Rp 15.000 per porsi.

Dengan laba bersih sekitar 20%, mitra bisa balik modal dalam waktu tiga bulan. Ia mengklaim, banyak mitra usahanya sudah mencapai target tersebut. Untuk lokasi berjualan, Es Krim Goreng Kezam membidik kawasan perumahan dan sekolah. "Biar bisa langsung di makan di tempat. Jika dibawa pulang kurang enak," jelasnya.

Dalam kerjasama ini, mitra wajib membeli bahan baku es krim goreng dari pusat dengan jumlah minimal pesanan sebanyak 100 porsi per hari.

(source:kontan.co.id)
READ MORE - Menjajal usaha es krim goreng